Johor Bahru, Malaysia — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Teknik (DIT), Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK). Wafiq Alni Dzulhijjah, S.T., M.T., berhasil meraih Diamond Sustainability Award 2026 dalam ajang konferensi internasional yang berlangsung di Johor Bahru, Malaysia, pada 22–24 September 2026.

Penghargaan tersebut diterima Wafiq secara langsung pada International Conference of Sustainable and Environmental Technology 2026 (ISET 2026) yang diselenggarakan bersamaan dengan Regional Conference on Environmental Engineering 2026 – AUN/SEED-Net (RCEnvE 2026). Kedua konferensi tersebut berlangsung di Pulai Springs Resort, Johor Bahru, Malaysia.

Wafiq merupakan mahasiswa semester 4 Program Studi Doktor Ilmu Teknik, Sekolah Pascasarjana USK, yang menempuh pendidikan melalui Program Magister menuju Doktor bagi Sarjana Unggul (PMDSU) Batch VII. Prestasi ini menjadi salah satu capaian penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus menunjukkan kontribusi mahasiswa doktoral USK dalam forum ilmiah internasional.

Diamond Sustainability Award 2026 yang disponsori oleh Acomech Engineering Sdn Bhd diberikan atas penelitian inovatif Wafiq yang mengangkat pemanfaatan sumber daya lokal dan prinsip keberlanjutan. Penelitian tersebut memanfaatkan limbah sekam padi varietas lokal Aceh Barat Daya, Sigupai, sebagai salah satu material untuk pengembangan teknologi membran maju Thin Film Nanocomposite (TFN) Membrane.

Pemanfaatan sekam padi dalam penelitian tersebut tidak hanya menempatkan limbah pertanian sebagai sumber material bernilai tambah, tetapi juga membuka peluang pengembangan teknologi yang mendukung prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan. Pendekatan ini menjadi relevan dengan isu global mengenai pengelolaan limbah, pemanfaatan sumber daya lokal, serta pengembangan material dan teknologi ramah lingkungan.

Capaian Wafiq juga memperlihatkan bagaimana penelitian pada jenjang doktoral dapat diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang memiliki relevansi terhadap persoalan lingkungan sekaligus mengangkat potensi lokal. Penggunaan varietas Sigupai dari Aceh Barat Daya menjadi bagian penting dari penelitian tersebut, sehingga sumber daya lokal dapat dikembangkan melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keikutsertaan mahasiswa DIT dalam konferensi internasional sekaligus perolehan penghargaan ini memperkuat peran Sekolah Pascasarjana USK dalam mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan penelitian, mempresentasikan hasil kajian pada forum internasional, serta membangun jejaring akademik di tingkat global.

Prestasi Wafiq Alni Dzulhijjah menjadi motivasi bagi mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Teknik lainnya untuk terus menghasilkan penelitian yang inovatif, berbasis potensi lokal, dan berorientasi pada penyelesaian berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.

Categories:

Tags:

Comments are closed